Selasa, 21 April 2015

Partikel Dasar Atom

Partikel Dasar Atom
  1. Pengertian Atom
Konsep atom pertama kali ditemukan oleh Democritus. Atom berasal dari kata atomos ( dalam bahas Yunani a = tidak tomos = dibagi ), jadi atom merupakan partikel yang sudah tidak dapat dibagi lagi. Menurut para ahli fisika, jari – jari suatu atom sekitar 3 – 15 nm ( 1nm = 10-9 meter ) dan sampai sekarang masih belum ada alat yang bisa digunakan untuk mengamati atom secara jelas. Walaupun atom tidak dapat dilihat dengan jelas, para ahli dapat membuat perkiraan gambaran mengenai atom berdasarkan data eksperimen dan kajian teoritis yang dilakukan. Perkiraan tentang gambaran atom tersebut dinamakan model atom.
Teori atom pertama kali dikemukakan oleh John Dalton pada tahun 1803, yaitu atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Tetapi teori Dalton tidak bertahan lama, setelah ditemukannya Subatom atau Partikel Dasar Atom diantaranya Elektron, Proton dan Neutron.

  1. Partikel Penyusun Atom
  1. Elektron ( Partikel Negatif )
Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian J.J.Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan berhasil membuktikan bahwa sinar katode adalah berkas partikel yang bermuatan negatif (Berkas Elektron) yang ada pada setiap materi.

  
                                       
Tabung Sinar Katode dengan medan listrik tegak lurus dengan arah sinar katode dan medan magnetik luar. Lambang U dan S menandakan kutub utara dan selatan magnet. Sinar katoda yang menumbuk ujung tabung di A dengan adanya medan listrik, di C adanya medan listrik dan di B dimana tidak ada medan luar atau ketika pengaruh medan listrik dan medan magnetik saling menghilangkan.
Pada tahun 1897, Thomson mengamati pelat katoda dan pelat anoda dalam tabung hampa udara yang dialiri listrik tegangan tinggi.
Thomson menemukan bahwa pelat katoda ( Elektroda Negatif ) memancarkan sinar yang bergerak menurut garis lurus menuju pelat Anoda ( Elektroda Positif ). Selain bergerak lurus, sinar katoda juga memiliki sifat yang unik, yaitu dapat dibelokkan oleh medan listrik menuju ke kutub positif. Percobaan ini menunjukkan bahwa sinar dari pelat katoda merupakan partikel penyusun atom bermuatan negatif yang disebut elektron.

 

  
                                         

Menurut Thomson, atom berbentuk bulat dimana muatan listrik positif yang tersebar merata dalam atom dinetralkan oleh elektron – elektron yang berada diantara muatan positif. Elektron – elektron dalam atom diumpamakan seperti butiran kismis dalam roti, maka teori Atom Thomson juga sering dikenal dengan Teoti Roti Kismis.

                                                        

  1. Proton ( Partikel Positif )
Dengan ditemukannya elektron oleh Thomson, para ahli semakin yakin bahwa atom tersusun oleh partikel – partikel yang lebih kecil. Pada tahun 1886, Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng katodanya dan gas yang berada dibelakang katode menjadi berpijar. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya radiasi yang berasal dari anode yang menerobos lubang pada lempeng katode. Sinar ini disebut sinar anode atau sinar positif.

Adapun sifat dari sinar anode itu sendir adalah sebagai berikut : 
a. Merupakan radiasi partikel sehingga dapat memutar baling – baling
b. Dalam medan listrik/magnet, dibelokkan ke kutub negatif, jadi merupakan radiasi bermuatan positif.
c. Partikel Sinar Anode bergantung pada jenis gas dalam tabung.
Partikel terkecil diperoleh dari gas hidrogen. Partikel ini kemudian disebut dengan Proton. 

Adapun massa dan muatan dari Proton itu sendiri adalah : 
- Massa 1 Proton = 1 sma = 1,66 x 10-24gram 
- Muatan 1 Proton = 1,6 x 10-19 C 

   
                                


                              

    Pada tahun 1910, Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden, melakukan serangkaian  percobaan untuk mengetahui kedudukan partikel – partikel didalam atom. Percobaan mereka dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas.
    Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa partikel yang ditembakkan pada lempeng logam emas yang tipis, sebagian besar diteruskan, dan ada sebagian kecil yang dibelokkan dan bahkan ada juga beberapa diantaranya yang dipantulkan. Penemuan ini menyebabkan gugurnya teori atom thomson. Partikel yang terpantul tersebut diperkirakan telah menabrak sesuatu yang padat di dalam atom. Dengan demikian atom tersebut tidak bersifat homogen seperti digambarkan oleh Thomson. Bahkan menurut pengamatan Marsden, diperoleh fakta bahwa satu di antara 20.000 partikel akan membelok dengan sudut 90o bahkan lebih.

                            



    Berdasarkan gejala – gejala tersebut, diperoleh beberapa kesimpulan antara lain :
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel diteruskan. Berarti sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong.
2. Partikel yang mengalami pembelokkan ialah partikel yang mendekati inti atom. Hal tersebut disebabkan keduanya bermuatan positif. 
3. Partikel yang dipantulkan ialah partikel yang tepat menabrak inti atom.  

    Berdasarkan fakta – fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atomnya yang menyatakan bahwa atom terdiri atas inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti, sehingga atom bersifat netral. Rutherford juga menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi untuk mengikat partikel – partikel positif agar tidak saling menolak.
    Dari percobaan tersebut dapat diperkirakan bahwa jari – jari atom kira – kira 10-8 cm dan jari – jari inti kira – kira 10-13 cm.

  1. Neutron ( Partkel Netral )
Neutron merupakan partikel atom yang tidak bermuatan atau netral ditemukan oleh James Chadwick pada tahun 1932. Percobaan Rutherford yang berhasil menemukan proton dan inti atom masih menyimpan misteri. Jika atom tersusun atas proton dan elektron, jumlah massa proton dan elektron seharusnya sama dengan massa atom. Namun, faktanya saat ini justru memberikan informasi bahwa jumlah massa proton dan elektron lebih kecil dari massa atom.
Para ilmuan menduga dalam inti atom masih terdapat partikel dengan muatan lainnya yaitu netral dan beratnya merupakan selisih antara massa atom dan jumlah massa proton dan elektron. Dan 20 tahun kemudian, misteri itu akhirnya terpecahkan oleh seorang ilmuan Inggris yang berhasil menemukan partikel neutron pada tahun 1932. Percobaan tersebut dilakukan dengan cara menembakkan sinar alfa bermuatan negatif ke logam Berilium. Percobaan ini mendeteksi adanya partikel tidak bermuatan yang disebut Neutron. Massa dari Neutron itu sendiri adalah 1,67 x 10-24 gram

                                         

Berdasarkan penemuan partikel – partikel atom, dapat disimpulkan bahwa partikel dasar
penyusun atom adalah Proton, Neutron dan Elektron. Pengetahuan tentang partikel – partikel penyusun atom dalam tabel periodik ditentukan oleh jumlah elektronnya, sedangkan sifat – sifat atom dipengaruhi oleh jumlah protonnya.

Minggu, 05 April 2015

Geothermal - Energy Bersih dan Ramah Lingkungan

Geothermal  - Energy Bersih dan Ramah Lingkungan
  1. Pendahuluan
Kepulauan Indonesia Terletak dalam Ring Of Fire atau cingcin api yang merupakan benturan antara lempengan tektonik yang satu dengan lempengan yang lainnya. Benturan tersebut menciptakan subduction zone dimana lempengan yang satu bergeser kesamping dan  mengarah kedalam bawah lempengan lainnya. Jauh dibawah permukaan lempengan yang bergerak naik menghasilkan magma yang menjadi sumber energy vulkanik.

                                                                          Gambar 1.1 Ring Of Fire Indonesia

Gambar 1.2 Subduction Zone

Ring of Fire menyediakan sumber panas bumi yang dapat digunakan untuk membangkitkan listrik. Kapasitas sumber Geothermal di Indonesia diperkirakan melebihi 27 Giga Watt. Potensi tersebut merupakan 40% Potensi Geothermal di dunia. 

  1. Perbedaan Geothermal dengan Migas
Untuk mengenal lebih jauh perbedaan antara Keduanya, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa aspek aspek yang mendukungnya, seperti lingkungan pembentukannya, susunan batuan, Reservoir dan Teknologi yang dipergunakan. Dilihat dari aspek lingkungan pembentukannya, lingkungan Geothermal dan Migas memiliki perbedaan yang mendasar dimana lingkungan pembentukan panas bumi berada pada Jalur Api atau Volcanik Arc  yang biasanya terdapat di pegunungan dengan ketinggian tertentu, sedangkan minyak dan gas berada pada daerah cekungan busur belakang bumi atau Back Arc Basin yang biasanya terletak didaerah dataran rendah dan lautan.


Gambar 1.3 Perbedaan Geaothermal & Migas


Melihat dari karakter tipe batuan yang menjadi dasar dalam sebuah pengeboran batuan penyusun didaerah panas bumi berupa batuan vulkanik atau gunung api yang lebih keras dari pada batuan di daerah migas yang biasanya berupa batuan sedimen yang relative lebih lunak sehingga pada umumnya operasi pengeboran minyak dan gas lebih cepat dari panas bumi.


Gambar 2.1 Jenis Batuan Geothermal dan Migas

Bila di analogikan minyak bumi atau panas bumi yang terkandung dalam perut bumi memiliki wadah atau rumah. Didalam perut bumi yang menjadi rumah bagi minyak bumi atau panas bumi disebut batuan reservoar. Batuan Reservoar adalah wadah di bawah permukaan yang bias mengandung minyak, gas dan panas bumi tentunya. Kandungan dalam reservoar panas bumi pada umumnya terdiri atas H2O Uap dan Air, sedangkan untuk minyak bumi adalah Hidrokarbon minyak dan gas.

Gambar 2.2 Struktur Geologi Daerah Panas Bumi ( Reservoar )

Secara umum teknologi yang digunakan oleh keduanya tidaklah berbeda. Perbedaan yang mendasar adalah pada jenis pahat yang digunakan. Karena batuan di area geothermal adalah batuan keras, maka di pergunakanlah pahat bertipe insert, Sedangkan diarea minyak dan gas, lazim digunakan pahat bertipe Milltooth yang digunakan untuk pengeboran batuan yang lunak.


                        Gambar 2.3 Pahat Insert                              Gambar 2.4 Pahat Miltooth


Secara umum operasi pengeboran panas bumi lebih lama dari migas karena formasi batuannya lebih keras, oleh karenanya operasi pemboran panas bumi tidak menyebabkan kerontokan formasi sehingga tidak akan menyebabkan semburan seperti pemboran pada minyak di  pemboran minyak dan gas panas bumi merupakan sumber energy panas yang terbentuk secara alami dibawah permukaan bumi.

Gambar 2.4 Pengeboran Migas dan Geothermal

  1. Prinsip Kerja Geothermal
Sumber energy tersebut berasal dari pemanasan air bersama unsur – unsur lain yang di kandung panas bumi yang tersimpan didalam kerak bumi pemanfaatan energy panas bumi ramah lingkungan karena unsur – unsur yang berasosiasi dengan energy panas tidak membawa dampak lingkungan atau berada dalam batas ketentuan yang berlaku.

Gambar 3.1 Proses Pemanasan Air di dalam Kerak Bumi

Panas bumi merupakan sumber energy panas dengan ciri terbarukan, karena proses pembentukannya terus menerus sepanjang masa selama kondisi lingkungannya dapat terjaga keseimbangannya. Berdirinya pembangkit panas bumi tidak akan mempengaruhi persediaan air tanah di daerah tersebut karena sisa buangan air disuntikkan ke bumi dengan kedalaman yang jauh dari lapisan aliran air tanah air yang terkumpul dalam rekahan dasar bumi adalah air yang berasal dari hujan yang terjadi di beberapa tempat yang jaraknya dapat mencapai puluhan kilo meter, dari lokasi pemanfaatan panas bumi.

Gambar 3.2 Reinjeksi Air Kedalam Bumi

Gambar 3.3 Kedalaman Reinjeksi Air


Setelah melalui  perjalanan yang dapat mencapai puluhan tahun lamanya air hujan tersebut akan sampai dillokasi pemanfaata panas bumi. Limbah yang dihasilkan juga hanya berupa air sehingga tidak mengotori udara dan merusak atmosfir. Kebersihan lingkungan di sekitar pembangkitpun tetap terjaga karena pengoperasiannya tidak memerlukan bahan bakar. Tidak seperti pembangkit listrik tenaga lain, yang memiliki gas buangan berbahaya akibat pembakaran.

  1. Siklus Pembangkit Listrik Tenaga Panas
Pada prinsipnya enersi panas bumi merupakan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan terbarukan, dimana uap panas tersebut di ekstrak  dari reservoir didalam bumi melalui sumur reinjeksi dan setelah dimanfaatkan dikembalikan lagi kedalam reservoir tanpa menimbulkan polusi yang berarti. Siklus yang terjadi yaitu :
  1. Air yang berasal dari Reservoir diadalam Bumi akan dipanasi oleh Batuan panas yang dipanasi oleh Magma di dalam Bumi kemudian akan berubah menjadi Uap.
  2. Uap yang dihasilkan, akan naik secara alami melalui pipa yang sudah terhubung untuk masuk ke Turbin
  3. Sebelum Masuk ke Turbin, Uap yang dihasilkan masuk kedalam Header Receiving setelah itu masuk ke Separator yang fungsinya sebagai pemisah antara Air dengan Uap, karena uap yang dihasilkan tidak akan 100% Uap, tetapi akan mengandung unsur Air.
  4. Setelah itu masuk ke Demister yang fungsinya sama seperti separator tetapi Demister merupakan saringan yang lebih halus dibanding separator, sehingga air yang berhasil lolos dari separator akan tersaring di Demister.
  5. Kemudian Uap kering tersebut akan masuk untuk memutarkan Turbin Uap  dan disitu terjadi perubahan Energi gerak dan panas Uap Berubah Menjadi Energi mekanik berupa putaran Turbin dan Generator.
  6. Kemudian Dari Generator akan merubah dari Energi Gerak Menjadi Energi Listrik.
  7. Sedangkan Uap yang sudah di pakai untuk memutarkan turbin, akan di kondensasikan di dalam kondensor melalui proses kondensasi Indirect Contact atau Direct Contact menggunakan Air dari Main Cooling Water Pump.
  8. Setelah terkondensasi menjadi air, air tersebut dipompakan ke Cooling Tower untuk proses pendinginan sebelum di Injeksikan kembali kedalam Bumi
  9. Kemudian dari Cooling Tower air tersebut akan di pompakan dan di Injeksikan ke dalam Sumur/Kedalam Bumi
  10. Proses tersebut dilakukan secara berulang – ulang.

Gambar 4.1 Siklus Geothermal

  1. Pemanfaatan Panas Bumi Lainnya
Selain sebagai sumber listrik, energy panas bumi juga dapat dimanfaatkan dalam dunia agro industry. Sejumlah lapangan panas bumi Indonesia berdekatan bahkan berada di daerah pertanian, peternakan, kehutanan, dan perkebunan yang membutuhkan energy panas dalam proses produksi maupun pengolahan hasil. energy panas memang paling dibutuhkan dalam proses pengeringan, pengawetan, sterilisasi, fasteorisasi, pemanasan dan sebagainya.

 
Gambar4.2  Screenshot Artikel Pemanfaatan Panas Bumi untuk Budi Daya Jamur dan Kentang


Sumber Referensi :
 
http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1100997258&9

 

Sabtu, 04 April 2015

Bentuk Energi dan Bahasa Termodinamika

Konsep Termodinamika
Bentuk Energi dan BahasaTermodinamika

  1. Pengertian Energi


Energi adalah kemampuan melakukan usaha atau kerja. Menurut hokum Termodinamika Pertama, energy bersifat kekal. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi dapat berubah bentuk ( Konversi ) dari bentuk energy yang satu ke bentuk energy yang lain. Dalam satuan SI energy dinyatakan dalam Joule ( J ). Satuan energy lainnya adalah Kalori (Kal). James Presecott Joule menunjukkan hubungan antara kalori dan joule, yaitu : 1 Kalori 4,18 Joule atau 1 Joule 0,24 Kalori.

  1. Bentuk – Bentuk Energi

  1. Energi Kimia

Merupakan energy yang keluar sebagai hasil interaksi electron dimana dua atau  lebih atom/molekul berkombinasi sehingga menghasilkan senyawa kimia yang stabil. Salah satu contohnya yaitu pada senter yang menyala karena ada sumber energy yaitu batu baterai. Batu baterai memiliki energy kimia. Dalam kehidupan sehari – hari sumber energy kimia berasal dari : Makanan, bahan bakar minyak, kayu bakar, dan aki. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Energi Kimia adalah energy yang tersimpan dalam senyawa – senyawa kimia.

  1. Energi Listrik

Merupakan salah satu bentuk energy yang paling banyak digunakan. Energi ini dipindahkan dalam bentuk aliran muatan listrik melalui kawat logam konduktor yang disebut Arus Listrik. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energy yang lain seperti energy gerak, energy cahaya, energy panas, atau energy bunyi. Sebaliknya, energy listrik dapat berupa  hasil perubahan energy yang lain, misalnya dari energy matahari, energy gerak, energy potensial air, energy kimia gas alam, energy uap

  1. Energi Panas

Energi Panas yang sangat besar berasal dari Matahari. Sinar matahari dengan panasnya yang tepat dapat membantu manusia dan makhluk hidup lainnya untuk hidup dan berkembang biak. Energi panas dimanfaatkan untuk membantu manusia melakukan usaha seperti menyetrika pakaian, memasak, dan mendidihkan air.

  1. Energi Bunyi

Adalah energy yang dihasilkan oleh getaran benda. Contohnya, bunyi bel listrik, bunyi orang berbicara, dan bunyi alat musik. Adanya bunyi memungkinkan kita dapat menikmati suara music yang merdu, karena energy bunyi mampu menggetarkan gendang telinga sehingga bunyi bias didengar. Bunyi memilki energy, sebagai buktinya bunyi halilintar yang bias memecahkan kaca.

  1. Energi Nuklir


Energi Nuklir terjadi karena adanya reaksi fisi atau fusi dalam atom atau unsur radioaktif seperti uranium. Energy nuklir dapat dimanfaatkan sebagai sumber energy pada pembangkit listrik tenaga nuklir.

  1. Energi Otot


Merupakan energy yang dihasilkan oleh otot – otot tubuh. Manusia dan hewan bisa menggerakkan organ tubunhnya untuk melakukan aktivitas karena memiliki energy otot.

  1. Energi Mekanik
Adalah energy yang dimiliki oleh suatu benda karena sifat geraknya yang dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Energi Potensial


Yaitu energy yang dimiliki suatu benda karena posisi atau kedudukannya, artinya saat benda tersebut diam pada posisi tertentu. Salah satu contohnya yaitu pada saat kita sedang meregangkan karet, terjadi perubahan sifat fisik karena adanya gaya elastic, dan inilah yang disebut dengan energy potensial plastic.
  1. Energi Kinetik

Adalah energy yang dimiliki oleh suatu benda karena pergerakkan atau kelajuannya. Energi kinetic secara jelas dapat diartikan sebagai seuatu kemampuan untuk melakukan usaha agar bias menggerakkan benda dengan massa tertentu. Semakin tinggi kecepatan suatu benda maka semakin besar pula energy kinetiknya. Salah satu contohnya adalah ketika sebuah mobil melaju, semakin kencang kecepatan mobil tersebut, maka semakin besar pula energy kinetiknya.

  1. Pengertian Termodinamika
Termodinamika Menurut bahasa Yunani, yaitu Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan. Jadi Termodinamika adalah ilmu yang menggambarkan dan mendefinisikan transformasi/perubahan dari suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya khususnya antara energi termal dan energi mekanik. Termodinamika membahas tentang sistem keseimbangan ( equilibrium ), yang dapat digunakan untuk mengetahui besarnya energi yang diperlukan untuk mengubah suatu sistem keseimbangan, tetapi tidak dapat dipakai untuk mengetahui seberapa cepat (Laju) perubahan itu terjadi karena selama proses sistem tidak berada dalam keseimbangan. Suatu sistem tersebut dapat berubah akibat dari lingkungan yang berada di sekitarnya. Sementara untuk aplikasi dalam materialnya, termodinamika membahas material yang menerima energi panas atau energi dalam bentuk yang berbeda – beda.

  1. Konsep Dasar Termodinamika
Termodinamika memiliki konsep dasar yang berupa istilah seperti sistem, lingkungan, dan batas sistem. Sistem merupakan suatu masa atau daerah yang dipilih, untuk dijadikan objek analisis. Daerah sekitar sistem tersebut disebut sebagai lingkungan. Batas antara sistem dengan lingkungannya disebut batas sistem.

  1. Sistem Termodinamika
Sistem Termodinamika adalah sistem yang memungkinkan terjadinya interaksi energi atau pertukaran energi dengan lingkungan yang berada disekitar sistem. Sistem Termodinamika secara luas bisa didefinisikan sebagai luas atau ruang tertentu dimana proses termodinamika terjadi. Atau suatu daerah dimana perhatian kita difokuskan dalam mempelajari proses termodinamika.
Sifat sistem ada 2 diantaranya :
  1. Sifat Intensif adalah sifat yang tidak bergantung pada kuantitas sistem
  2. Sifat Ekstensif adalah sifat yang bergantung pada kuantitas sistem
Adapun Sifat Pembatasnya dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Pembatas Adiabatik : Merupakan pembatas dimana tidak ada pertukaran kalor antara sistem dan lingkungan.
  2. Pembatas Tegar : Merupakan pembatas dimana tidak ada kerja baik dari sistem terhadap lingkungan ataupun dari lingkungan terhadap sistem.

Kemudian Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan diantaranya :
  1. Sistem Terisolasi : Sistem dimana tidak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan atau Tidak ada pertukaran massa dan energi sistem dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi seperti tabung gas.
  2. Sistem Tertutup : Sistem dimana terjadi pertukaran energi ( panas dan kerja ) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Salah satu contohnya adalah Green house dimana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.
  3. Sistem Terbuka : Sistem dimana terjadi pertukaran energi ( panas dan kerja ) dan benda dengan lingkungannya, atau terjadi pertukaran massa dan energi dengan lingkungannya. Contohnya adalah Tumbuh – tumbuhan dan Samudra.

  1. Keadaan Sistem
Keadaan sistem adalah keadaan makrofisis dimana sifat – sifatnya dapat ditentukan secara khas dan bebas waktu.

  1. Proses Termodinamika
Proses Termodinamika dikatakan Reversible jika prosesnya berlangsung melalui sederetan keadaan Termodinamika yang continue. Reversible merupakan proses Ideal, tetapi keadaan kesetimbangan yamg sebenarnya hanya dapat dicapai dalam kurun waktu yang sangat lama dan tidak dapat dipastikan kapan itu akan terjadi. Sedangkan Proses Irreversible dapat kita anggap sebagai proses Reversible terbatas jika dilakukan secara sangat lambat dan berada pada tahap proses – proses yang sangat singkat.

  1. Hukum Thermodinamika
  1. Hukum Awal ( Zeroth Law )
Adalah hukum yang menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan yang lainnya.
  1. Hukum I Termodinamika ( Kekekalan Energi )
Hukum ini terkait dengan hukum kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai kedalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
  1. Hukum II Termodinamika ( Arah Reaksi Sistem )
Hukum kedua Termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan berjalannya waktu, mendekati nilai maksimumnya.
  1. Hukum III Termodinamika ( Dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk )
Hukum ketiga Termodinamika terkait dengan temperatur non absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur non absolut semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda terstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.